Pengelolaan Sampah di DAS Citarum Terus Ditekankan oleh DLH Jawa Barat
![]() |
| sumber: google |
Pengelolaan sampah-sampah yang berada di sekeliling Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum terus ditekankan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jawa Barat. Guna menekankan pengelolaan sampah-sampah tersebut dibuatkan sebuah program yang meliputi 3R yang berbasis masyarakat, yaitu dengan cara mengelola sampah secara terpadu dengan melakukan pengeolaan sejak dari sumbernya.
Program 3R sendiri ini ialah kegiatan untuk mengurangi (reduce), menggungakan kembali (reuse), dan yang terakhir adalah mendaur ulang (recycle). Pengelolaan sampah yang berada di sekitar DAS Citarum itu sudah masuk dalam loan integrated solid waste management project, yang diketahui kini sudah memiliki 18 lokasi yang sudah memenuhi persyaratan. Hal tersebut juga sudha dikatakan oleh Kepala DLH Jabar, Prima Mayaningtias.
“Nantinya masyarakat dididik melalui program Kampung Berbudaya Lingkunbgan, Sekolah Berbudaya Lingkungan, Kampung Iklim, hingga Adiwiyata," katanya belum lama ini.
Dia menyebutkan, saat ini kontribusi masyarakat yang melakukan pengelolaan sampah terutama melalui kegiatan bank sampah di DAS Citarum mencapai 20% dari total produksi sampah per hari.
"Kontribusi masyarakat di kabupaten/kota yang melakukan kegiatan 3R cukup signifikan," ujarnya.
Kendati demikian, dia mengakui, pengelolaan sampah di DAS Citarum masih rendah pada level 46,30%, di 10 kota/kabupaten yang terlintasi.
"Jadi memang keterbatasan penanganan sampah menjadi kendala," katanya.
Namun demikian, rencana usulan penanganan sampah ke depan akan dilakukan di Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir sampah (TPPAS) Legok Nangka Kecamatan Nagreg Kabupaten Bandung. TPPAS Legok Nangka sendiri memiliki kapasitas penampungan sampah 1.800 ton per hari.
Adapun, saat ini sebagian besar penampungan sampah di Jabar masih mengandalkan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sari Mukti Kabupaten Bandung Barat (KBB), dengan kapasitas 1.700 ton per hari.
"Saat ini TPPAS Legok Nangka sedang proses lelang. Meski TPA Sari Mukti ada perluasan karena sudah overload, tapi ke depan tidak akan mencukupi," katanya.
Sumber: Ayobandung.com

Comments
Post a Comment